PUBLIKASI HASIL ANALISIS DATA PENGUKURAN STUNTING KELURAHAN KARAS KOTA BATAM

Kelurahan Karas ditetapkan sebagai salah satu lokus stunting pada tahun 2021 berdasarkan Surat Keputusan Walikota Batam  KPTS 163/HK/III/2021 sebagai tindak lanjut dari hasil Rembug Sunting  pada tanggal 12 April 2021.

Berdasarkan hasil pemantauan status gizi Kota Batam  selama Tahun 2021 prevalensi stunting di Kelurahan Karas mengalami kenaikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pada tahun 2020 Kelurahan Karas dengan jumlah balita yang di ukur sebanyak 144 anak terdapat 2 anak stunting  dengan prevalensi stunting sebesar 1.39%  sedangkan pada tahun 2021 terdapat kenaikan jumlah balita  yang di ukur yaitu sebanyak 161 Balita terdapat 4 anak stunting  dengan prevalensi 2.48 %.

Hal ini  menunjukkan bahwa tim konvergensi program/intervensi dalam upaya percepatan pencegahan stunting telah mampu mengajak masyarakat di Kelurahan Karas, untuk membawa balita ke posyandu mau pun ke puskesmas untuk mengetahui kembang tumbuh balita di kelurahan karas. Walaupun pandemi Covid’19 belum usai namum upaya pemantauan kesehatan ibu hamil dan pertumbuhan perkembangan Balita terutama pada  1000 Hari Pertama Kehidpan (HPK) tetap diakukan melalui peningkatan  kerjasama kader Posyandu saling berbagi informasi serta kunjungan rumah.

A. Faktor Determinan yang Berpemgaruh

Determinan yang perlu mendapatkan perhatian antara lain  cakupan kelas ibu hamil (ibu mengikuti konseling gizi dan kesehatan), cakupan rumah tangga yang menggunakan sanitasi layak  , serta cakupan keluarga 1000 HPK kelompok miskin sebagai penerima BPNT.

B. Perilaku Kunci Rumah Tangga 1000 HPK Yang masih Bermasalah

1000 HPK merupakan masa kritis bagi seorang anak dalam pertumbuhan dan perkembangannya. Kekurangan gizi pada masa ini akan berakibat anak mengalami masalah kesehatan yang serius, diantaranya adalah stunting. Konsumsi makanan, pola asuh dan perilaku hidup sehat juga turut mempengaruhi kesehatan dan stutus gizi anak.

C. Kelompok Sasaran Beresiko : Remaja Putri, Calon Pengantin, Wanita Usia Subur, Ibu Hamil, Bayi Baru Lahir tidak mendapat IMD dan ASI, serta Bayi dan Balita.