Kelurahan Duriangkang ditetapkan sebagai salah satu lokus stunting pada tahun 2021 berdasarkan Surat Keputusan Walikota Batam  KPTS 163/HK/III/2021 sebagai tindak lanjut dari hasil Rembug Sunting  pada tanggal 12 April 2021.

Berdasarkan hasil pemantauan status gizi Kota Batam  selama Tahun 2021 prevalensi stunting di Kelurahan Duriangkang  terdapat kenaikan kasus stunting di mana pada tahun 2020 terdapat 1526 Balita yang di ukur terdapat 71 anak stunting dengan  prevalensi 4.65 %, sedangkan di tahun 2021 terdapat 1301 anak yang di ukur terdapat 185  anak kasus stunting dengan prevalensi 14.22 %.

Hal ini menunjukkan bahwa konvergensi program/ intervensi dan kerjasama seluruh elemen masyarakat  dalam upaya percepatan pencegahan stunting telah mampu menurunkan persentase angka stunting di Kelurahan Duriangkang.

A. Faktor Determinan yang Berpemgaruh

Determinan yang perlu mendapatkan perhatian di Kelurahan Duriangkang antara lain  cakupan kelas ibu hamil (ibu mengikuti konseling gizi dan kesehatan), cakupan rumah tangga yang menggunakan sanitasi layak  , serta cakupan keluarga 1000 HPK kelompok miskin sebagai penerima BPNT.

B.Perilaku Kunci Rumah Tangga 1000 HPK Yang masih Bermasalah

1000 HPK merupakan masa kritis bagi seorang anak dalam pertumbuhan dan perkembangannya. Kekurangan gizi pada masa ini akan berakibat anak mengalami masalah kesehatan yang serius, diantaranya adalah stunting. Konsumsi makanan, pola asuh dan perilaku hidup sehat juga turut mempengaruhi kesehatan dan stutus gizi anak.

C. Kelompok Sasaran Beresiko : Remaja Putri, Calon Pengantin, Wanita Usia Subur, Ibu Hamil, Bayi Baru Lahir tidak mendapat IMD dan ASI, serta Bayi dan Balita.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.