PUBLIKASI HASIL ANALISIS DATA PENGUKURAN STUNTING KELURAHAN PATAM LESTARI KOTA BATAM

Kelurahan Patam Lestari ditetapkan sebagai salah satu lokus stunting pada tahun 2021 berdasarkan Surat Keputusan Walikota Batam  KPTS 163/HK/III/2021 sebagai tindak lanjut dari hasil Rembug Sunting  pada tanggal 12 April 2021.

Berdasarkan hasil pemantauan status gizi Kota Batam selama Tahun 2021 prevalensi stunting di Kelurahan Patam Lestari, mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Kelurahan Patam Lestari pada tahun 2020 terdapat penunurunan kasus stunting dengan jumlah 518 Balita yang di ukur terdapat 62 anak stunting dengan  prevalensi 11.97 %, sedangkan di tahun 2021 terdapat 838 anak yang di ukur terdapat 72 anak stunting dengan prevalensi 8.59 %.

Hal ini menunjukkan bahwa konvergensi program/ intervensi dan kerjasama seluruh elemen masyarakat  dalam upaya percepatan pencegahan stunting telah mampu menurunkan persentase angka stunting di Kelurahan Patam Lestari.

A. Faktor Determinan yang Berpemgaruh

Determinan yang perlu mendapatkan perhatian antara lain  cakupan kelas ibu hamil (ibu mengikuti konseling gizi dan kesehatan), cakupan rumah tangga yang menggunakan sanitasi layak  , serta cakupan keluarga 1000 HPK kelompok miskin sebagai penerima BPNT.

B. Perilaku Kunci Rumah Tangga 1000 HPK Yang masih Bermasalah

1000 HPK merupakan masa kritis bagi seorang anak dalam pertumbuhan dan perkembangannya. Kekurangan gizi pada masa ini akan berakibat anak mengalami masalah kesehatan yang serius, diantaranya adalah stunting. Konsumsi makanan, pola asuh dan perilaku hidup sehat juga turut mempengaruhi kesehatan dan stutus gizi anak.

C. Kelompok Sasaran Beresiko : Remaja Putri, Calon Pengantin, Wanita Usia Subur, Ibu Hamil, Bayi Baru Lahir tidak mendapat IMD dan ASI, serta Bayi dan Balita.