Pulang Tugas Dari Papua Anggota Brimob Cek Malaria

Consultan Entomologi Divisi Penyakit Parasit dan Pusat Malaria untuk Kesehatan Global Unicef, William A. Hawley, PhD, MPH mengatakan Provinsi Papua masih menjadi daerah berkategori endemis tinggi penyebaran penyakit malaria.(Sumber : Pospapua.com)

“Dari 34 provinsi di Indonesia Papua paling tinggi penyebaran malaria. Sekitar  70 persen kasus penyakit malaria berasal dari Papua,” kata William Hawley.

William menyebutkan khusus untuk daerah Papua sebelumnya penyebaran penyakit malaria ada di 8 kabupaten dalam endemis tertinggi, namun setelah adannya berbagai program yang dilakukan pemerintah setempat terhadap pemberantasan penyakut malaria ini telah berkurang menjadi 5 kabupaten yaitu Kabupaten Jayapura, Keerom, Boven Digoel, Timika dan Kabupaten Sarmi.

“Yang menyabkan banyak masyarakat meninggal dunia akibat kasus penyakit malaria ada di 5 kabupaten ini,” jelasnya.

Untuk itu, saat ini pemerintah daerah sedang fokus dalam penurunan dan penanganan kasus penyakit malaria di lima kabupaten tersebut, bekerjasama dengan Unicef  dalam penanganan penyakit malaria melalui berbagai program.

Berkaitan dengan hal tersebut Dinas Kesehatan Kota Batam melakukan kegiatan pemeriksaan sediaan darah malaria para personil anggota Brimob Polresta Barelang yang baru pulang bertugas dari Papua. Sebanyak 200 personil Brimob di ambil sediaan darah tepi pada Selasa (7/01/2020)

Adapun personil yang mengalami gejala demam pada saat pemeriksaan dilakukan periksa cepat Malaria dengan Rapid Test Malaria. Selanjutnya sediaan darah tersebut akan dilakukan pemeriksaan secara laboratorium oleh analis Puskesmas dan berkerjasama dengan BTKL. Diharapkan dengan hasil pemeriksaan sediaan darah tersebut dapat dilakukan penanganan yang cepat dan tepat pada penderita positif malaria.

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll Up